itoday.id | Serang – Warga Lingkungan Sukadiri SWAT, Kota Serang, Banten, memiliki cara unik untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka menjahit bendera Merah Putih sepanjang 81 meter yang nantinya akan dikibarkan di kawasan bersejarah Surosowan, Banten Lama.
Pembuatan bendera tersebut dilakukan bersama masyarakat dan para pemuda Lingkungan Sukadiri SWAT. Panjang 81 meter dipilih sebagai simbol peringatan usia Kemerdekaan Indonesia yang ke-81.
Anggota Sukadiri SWAT, Ali Yudin, mengatakan pembuatan bendera tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga hari. Proses pengerjaan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan sekitar 20 orang.
“Kami bersama masyarakat Lingkungan Sukadiri SWAT dan para pemuda berupaya menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 dengan menjahit bendera sepanjang 81 meter,” ujar Ali Yudin Selasa, (11/8/2026)
Menurutnya, bendera tersebut rencananya akan dikibarkan di kawasan Surosowan, Banten Lama. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan karena kawasan tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Banten.
“Kami setiap tahun mengadakan kegiatan dengan konsep yang berbeda-beda. Tahun ini kami menggunakan bendera sepanjang 81 meter dan akan ada drama kolosal yang mengingatkan kita pada sejarah Banten,” katanya.
Selain pengibaran bendera, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan drama kolosal yang mengangkat sejarah dan perjuangan para tokoh agama atau ulama besar Banten. Pertunjukan itu diharapkan dapat mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Ali mengatakan konsep kegiatan juga akan menampilkan sejumlah ornamen dan simbol sejarah, di antaranya Menara Surosowan, meriam Ki Amuk, hingga burung Garuda.
“Kita ingin mengingatkan kembali sejarah, terutama tokoh-tokoh agama dan ulama besar Banten. Jadi bukan hanya perayaan kemerdekaan, tetapi juga mengenalkan sejarah kepada generasi muda,” ujarnya.
Pembuatan bendera sepanjang 81 meter tersebut dilakukan secara swadaya. Dana yang digunakan berasal dari masyarakat serta aktivitas para pemuda Sukadiri SWAT yang selama ini bergerak sebagai pengepul sampah.
“Untuk biayanya kami swadaya masyarakat. Kebetulan para pemuda di sini mempunyai aktivitas sebagai pengepul sampah. Dari hasil itu kami kumpulkan uang dan dibelikan bahan untuk membuat bendera Merah Putih sepanjang 81 meter,” jelas Ali.
Ia memperkirakan biaya pembuatan bendera tersebut mencapai sekitar Rp 2 juta. Seluruh proses dikerjakan bersama oleh masyarakat dan pemuda setempat.
“Kisaran biayanya sekitar Rp 2 jutaan. Ada sekitar 20 orang dari teman-teman Sukadiri yang ikut dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Ali menambahkan, Sukadiri SWAT telah menjalankan berbagai kegiatan bersama masyarakat selama sekitar lima tahun. Kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah Banten dan Indonesia.

















