itoday.id, Jakarta | Bertransaksi di cabang kini tak banyak jadi pilihan nasabah. Antrean panjang bak ular di kantor cabang bank kini sudah jarang terlihat karena nasabah pindah ke mobile benking dan internet banking.

Presiden Direktur Bank BCA Jahja Srtaatmadja mengatakan dalam dua-tiga tahun terakhir bank eksisting tidak menambahkan kantor cabang di Indonesia.

Saat ini jumlah bank komersial sudah berkurang dari sebelumnya 120 bank pada 2014 menjadi 111 bank di 2019. Jumlah kantor cabang pada Oktober 2015 mencapai 32.963 kantor dan pada Agustus 2019 turun menjadi 31.411 cabang.

“Pertanyaannya, apakah bank akan mempersiapkan banyak capex (capital expenditure/belanja modal) di kanal digital?” terang Jahja seperti dikutip dari presentasinya di Indonesia Banking Expo, Selasa (12/11/2019).

Jahja menambahkan berkaca pada kejadian di BCA, sekarang 95% transaksi BCA terjadi di luar cabang, kebutuhan penambangan cabang pun tak seperti dulu lagi.

“Kami masih butuh cabang. Makanya kami nambah cabang tapi tidak seperti dulu. Dulu setahun bisa 100 cabang. Sekarang lebih ke bentuk yang lebih sarat teknologi paling 15-20 cabang, karena harus bisa menampung kliring cek giro, untuk uang tunai masih dibutuhkan,” kata Jahja.

Bahkan menurut dia, BCA tetap akan membuka cabang di pelosok Kalimantan ataupun Sumatera. Saat ini karena fitur membuka tabungan tanpa harus ke cabang juga mengurangi kebutuhan perusahaan terhadap cabang.

“Sekarang ini kita sudah bisa buka 3.000 rekening tanpa datang ke cabang.  Dengan begitu, bisa bertambah jadi 6.000 rekening per hari. Bayangkan kalau kita harus pakai cabang harus ada 1000 cabang lebih,” ujar Jahja.

Penulis : Red