itoday.id | SERANG . Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menilai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten haruslah sosok yang paham dengan seluk-beluk Provinsi Banten. Dirinya juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten tidak gampang termakan isu.

Ngga perlu dari luar (Pemprov Banten). Pejabat eselon II di Banten semuanya punya potensi. Kita lihat semua indikatornya, semuanya ideal,” ujar WH.

Dirinya juga menepis jika ASN Pemprov Banten terkotak-kotakan lantaran mendukung beberapa pejabat eselon II yang saat ini ramai dikabarkan akan maju dalam bursa Sekda Banten.

“Yang ngotak-ngotaki siapa? Pikiran (siapa) itu? Lihatnya harus secara utuh, mentalitas birokrat, perilaku. Jangan lihat dari political thingking (politik berfikir, red) atau dilihat kebiasaan bersikap,” kata WH.

WH menilai, seorang birokrat mempunyai etika, sehingga terbentuknya karakter. “Birokrat itu taat pimpinan. Ditempatkan di mana saja siap. Maka pahami kultur, budaya dan etika perilaku birokrat. Dan saya lihat sampai saat ini (ngga ada gejolak), aman-aman saja. Jangan dipolitisasi,” ujarnya.

Saat ditanya kapan diadakannya lelang jabatan Sekda, WH mengaku, Pemprov Banten masih menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo.

“Kalau surat (pengunduran diri) Sekda diteken Presiden. Nanti Kemendagri memutuskan buat Pj (Penjabat, red) atau tidak. Dan ketika tersebntuk kita siapkan prosesnya. Kalau minggu depan sudah di teken kita lelang,” tandasnya.

Diketahui, pasa pengunduran diri Al Muktabar dari jabatan Sekda Pemprov Banten, secara de facto kursi top manager ASN Pemprov Banten mengalami kekosongan. Namun, tak berlangsung lama, Gubernur Banten Wahidin Halim langsung menunjuk Kepala Inspektorat Provinsi Banten Muhtarom sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Pemprov Banten. (*)