itoday.id, Tangsel | Hasil survei Indikator popularitas calon wali kota dan wakil wali kota Tangsel sudah dirilis. Namun, warga mengungkapkan ada beberapa keanehan.

Warga Kecamatan Serpong Supardi mengatakan, setiap calon memiliki simbol warnanya masing-masing. Namun, pada hasil survei itu, ada manipulasi simbol warna yang sengaja dilakukan untuk mengecoh perhatian publik.

Ia mengatakan, selama ini pasangan Muhamad-Saraswati lekat dengan simbol warna merah. Kemudian, Benyamin-Pilar mempunyai simbol dengan warna hijau tosca.

Namun, pada hasil survei itu, Muhamad-Saraswati malah disimbolkan dengan warna hijau tosca. Kemudian, Benyamin-Pilar disimbolkan dengan warna merah. “Ini justru dibalik simbolnya, tentu ini bukan hal yang tidak sengaja,” katanya.

Ia mengatakan, kesalahan simbol itu tentu menjadi bagian dari petunjuk bahwa hasil survei tidak bisa dipercaya. Karena, itu bisa jadi jejak dari hasil manipulasi data. “Ini sih merubah nama tapi lupa merubah simbol warna,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam teori kriminologi, tidak ada kejahatan yang tidak meninggalkan jejak. Teori populernya, tak ada kejahatan yang sempurna. “Detektif biasanya menjadikan itu sebagai petunjuk, saya rasa ini merupakan bukti dari modus,” ucapnya.

Karena itu, kata dia, hasil survei itu tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Karena, untuk persoalan simbol warna pun lembaga surveyor masih saja salah penempatan.

“Bisa jadi malah Benyamin-Pilar yang tertinggi hasil surveinya, karena hasil survei itu menunjukan hijau tosca tertinggi, sementara ko namanya malah Muhamad-Saras, padahal hijau tosca itu identitas warna pasangan Benyamin-Pilar,” katanya.

Penulis : Red