itoday.id, Banyumas | Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara umum ada disemua daerah, seperti Kabupaten Banyumas, namun perkembangannya masih banyak permasalahan.

Permasalah itu antara lain modal usaha minim,
kurangnya inovasi produk, belum memanfaatkan pasar online, tidak
dapat memanage usaha, tidak optimal dalam branding, dan kesulitan dalam mencari pasar.

Para pemuda di kecamatan Rawalo yang dipelopori oleh David Okta Nugraha mengajak para peserta UMKM di 9 desa Kecamatan Rawalo, antara lain desa Rawalo, Tambak Negara, Tipar, Sidamulih, Sanggreman, Pesawahan, Menganti, Losari dan Banjarparakan membentuk wadah UMKM bernama “SEKAR” (Seduluran Kecamatan Rawalo).

“Pembentukan Sekar Sebagai wadah aspirasi dan permasalan yang timbul dalam pengembangan UMKM diwilayah Kecamatan Rawalo dan agar dapat membantu munculnya usaha usaha baru dari masyarakat, dikarenakan masyarakat masih bingung dan mengalami kesulitan dalam mengurus perijinan,” kata Okta, Rabu (30/10/2019).

Untuk pemasaran hasil produk, Sekar menggandeng Sampoerna, Retail Comuniti dan Indomart, untuk menerima hasil UMKM unggulan dari 9 desa di kecamatan Rawalo.

Khusus untuk Indomart akan membantu penjualan UMKM tersebut diluar kabupaten Banyumas dikarenakan untuk legalitas pembukaan toko modern di Kabupaten Banyumas terkendala aturan.

“Selain program UMKM dapat di gunakan untuk pengentasan kemiskinan juga untuk desa Rawalo dan Tambaknegara dan Banjarparakan dapat digunakan untuk alih usaha penambang pasir ilegal ke dunia usaha, terlebih sungai serayu tidak memperoleh suplay sedimen dari gunung berapi dan material yang didapat berupa guguran tebing kanan kiri sungai” katanya.

Selain itu pesta rakyat juga diselenggarakan sejak 23 Oktober sampai dengan 2 November 2019 di lapangan desa Rawalo.

Kegiatan UMKM yang di gelar di lapangan Rawalo ini di mulai Selasa 29 Oktober sampai 02 November 2019. Turut hadir dan membuka acara ini, Bupati Banyumas Ir Akhmad Husein,
Dan instansi dinas yang berkopenten dalam pembinaan UMKM, Dinas Perindustrian dan perdagangan, Dinas Koperasi UKM, DMPT PTSP, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinporabudpar,
Balai Pusda Taru kabupaten Banyumas, Camat Rawalo dan Kepala desa.

Diharapkan kedepan, dengan adanya pembinaan terpadu lintas dinas pemilik kepentingan dalam UMKM maka perkembangan dan laju perekonomian akan lebih baik dan akan lahir pengusaha-pengusaha baru dengan memudahkan sistem perijinan.

Penulis : Adt