Itoday.id,Lebak | Seba Baduy merupakan tradisi adat tahunan suku baduy dimana ribuan masyarakat Baduy berkunjung dengan berjalan kaki menuju Pendopo Kabupaten Lebak.

Tradisi Seba Baduy tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Bedanya kali ini tidak ada kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya dimana diikuti ribuan peserta.

Seba Baduy hanya diikuti oleh 24 warga perwakilan suku Baduy Dalam dan luar. Mereka jalan kaki sejauh 40 kilometer menuju Pendopo Kabupaten Lebak di Rangkasbitung.

Penyambutan yang dilakukan juga sederhana karena dilakukan terbatas. Bahkan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta maaf tidak bisa menyambut dengan meriah.

“Harusnya sekarang seba gede (kunjungan besar), minta maaf, bukan karena tidak ingin memuliakan saudara, orang tua kami dari Baduy, tapi karena pagebluk harus taat protokol kesehatan,” kata Iti saat menyambut 24 warga Baduy di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat (21/5/2021).

Iti mengatakan, seharusnya Seba Baduy dilaksanakan meriah dimana semua masyarakat bersuka cita menyambut acara ini. Bahkan Pemkab Lebak sendiri membuat festival khusus sekitar satu minggu.

Festival Seba Baduy juga masuk ke Kalender Wisata Nasional, dan menjadi event yang mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanagera ke Kabupaten Lebak.

“Biasanya jadi hal yang menarik wisatawan datang ke Lebak, tingkat kunjungan naik saat acara itu, sekarang kita laksanakan secara virtual saja bisa disaksikan di media sosial,” kata Iti.

Kepala Desa Kanekes sekaligus tetua Adat Baduy, Jaro Saija, memaklumi terbatasnya acara Seba Baduy kali ini. Dirinya bahkan mendoakan supaya Covid-19 segera berlalu.

“Covid akan segera berlalu, jika kita semua sadar protokol kesehatan, pasti ada bubarnya,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Saija juga menyampaikan jika hingga saat ini 16.800 warga Baduy masih terbebas dari Covid-19.

Penulis : NS