itoday.id | JAKARTA . Bedeng habis terbakar, Iwan (30) hanya bisa pasrah menerima keadaan.

Sambil meratapi nasib, Iwan mengais sisa-sisa barang bekas yang terkabar yang sekiranya bisa dijual.

“Lagi mungutin barang-barang yang bisa dijual. Lumayan uangnya dikumpulin buat bayar kontrakan,” kata Iwan saat ditenui di lokasi kebakaran, Selasa (1/2/2022).

Saat kejadian kebakaran, Iwan tengah tertidur pulas. Istrinya yang tengah berada di toilet kemudian berteriak bahwa ada kebakaran, dimana saat itu waktu menunjukkan pukul 02.30 WIB.

“Api udah gede banget jadi kita udah ga bisa ngapa-ngapain, saya udah pasrah aja,” pungkasnya sambil mengelap keringat.

Iwan tidak mengetahui persis penyebab kebakaran tersebut.

Dia menduga api muncul disebabkan korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

“Saya gatau kebakaran dari mana, tapi dugaannya si dari korsleting listrik,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Iwan dan keluarga terpaksa harus menginap di tempat penampungan sementara (TPS) yang telah disediakan.

“Sementara saya tidur di tempat penampungan dulu sih,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 100 rumah di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat terbakar.

Api diduga berasal dari overload listrik di salah satu rumah warga.

Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Kepa Duri Emas Blok QQ nomor 6 RT002 RW004, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (1/2/2022).

Kasi Ops Gulkarmat Jakarta Barat Sjukri Bahanan mengatakan kebakaran rumah tinggal tersebut terjadi sekitar pukul 02.57 WIB.

“Dugaan penyebab kebakaran overload listrik disalah satu rumah warga,” ujarnya dikonfirmasi wartawan.

Sjukri menyebut, dari kebakaran tersebut, sebanyak kurang lebih 100 rumah terbakar.

“100 rumah terdampak di RT 002 RW 004 Duri kepa Jakarta Barat,” jelasnya.

Meski demikian, Sjukri memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka parah akibat peristiwa kebakaran tersebut. Sebanyak kurang lebih 100 KK dengan total 300 jiwa terdampak.

“Total kerugian ditaksir mencapai Rp 1.875.000.000,” pungkasnya. (Red)