itoday.id |Tangerang – Kinerja APBN Provinsi Banten pada awal tahun 2024 menunjukkan hasil yang sangat baik didukung oleh pendapatan negara yang tumbuh positif hampir di semua komponen dan belanja negara yang terakselerasi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil DJBC Banten, Rahmat Subagio, Kepala KPU Bea dan Cukai Provinsi Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo, Plt. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, M. Doddy Fachrudin, Kepala Bidang DP3 Kanwil Ditjen Pajak Provinsi Banten Sonny Agustinus dan Kepala Bidang KIHI Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Provinsi Banten Muhammad Indra Kusuma dalam konferensi pers APBN Regional Banten periode s.d 29 Februari 2024 yang diselenggarakan secara daring melalui Microsoft Teams Meeting pada Rabu, 27 Maret 2024.

Pendapatan negara Provinsi Banten hingga 29 Februari 2024 mencapai Rp 12,06 triliun, tumbuh 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan negara ini didukung oleh terakselerasinya hampir di semua komponen kecuali PNBP.

Kepala Kanwil DJBC Banten, Rahmat Subagio dan Kepala KPUBC Tipe C Soekarno Hatta, Gatot Sugeng Wibowo menyampaikan informasi tentang pendapatan kepabeanan dan cukai Provinsi Banten hingga 29 Februari 2024.

Menurutnya, capaian pendapatan kepabeanan dan cukai periode tersebut sebesar Rp2,17 triliun, tercapai 14,77% dari target APBN 2024 sebesar Rp14,71 triliun dan tumbuh sebesar 2,13% (y-o-y). Kinerja pendapatan kepabeanan dan cukai ini tumbuh positif di awal tahun 2024 ini disebabkan oleh adanya peningkatan importasi di sektor industri beras dan peternakan.

Rahmat menjelaskan, penerimaan kepabeanan dan cukai ini terdiri dari bea masuk, cukai, dan bea keluar. Bea masuk mencapai Rp1,73 triliun, tumbuh 2,83%, didorong kinerja impor nasional, terutama barang konsumsi dan kebutuhan bahan baku/penolong kebutuhan industri raw sugar.

Cukai mencapai Rp440,07 miliar, naik 16,61%, dipengaruhi oleh pertumbuhan industri rokok elektrik, peningkatan volume produksi minuman mengandung etil alkohol golongan B yang disertai kenaikan tarif cukai MMEA 20% (rata-rata tertimbang). Bea keluar mencapai Rp0,01 miliar, turun 98,83%, dipengaruhi jumlah produksi dan fluktuasi harga komoditas kelapa sawit dan produk turunan pengolahannya.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat bahwa kinerja bea masuk Februari 2024 (MoM) membaik dibandingkan Februari 2023. Ini disebabkan adanya peningkatan importasi dari sektor industri beras dan peternakan.

Untuk kinerja cukai Februari 2024 mengalami pertumbuhan positif sebesar 16,61% (MoM Februari 2023) atau senilai Rp32,8M berasal dari penerimaan cukai Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang tumbuh sebesar Rp39,3M, Hasil Tembakau (HT) tumbuh negatif sebesar Rp6,6M, serta Etil Alkohol (EA) tumbuh sebesar Rp0,07M.

Sementara kinerja bea keluar periode Februari 2024 melemah dibandingkan periode Februari 2023 dikarenakan berkurangnya kegiatan eksportasi terhadap CPO yang dikenakan Bea Keluar.

Dalam kesempatan ini, Gatot juga menyampaikan informasi tentang kinerja neraca perdagangan Provinsi Banten hingga Februari 2024.

Menurutnya, neraca perdagangan Januari 2024 yaitu USD -2,08 miliar atau menguat 10,25% dibandingkan bulan Januari 2023 (USD -2,32 miliar).

Kenaikan neto neraca perdagangan bulan Februari 2024 tersebut disebabkan oleh penurunan importasi pada komoditi: Minyak Mentah dan Turunannya, Telepon; Hidrokarbon dan turunan halogenasi,

sulfonasi, nitrasi dan nitrosasinya; yang lebih tinggi dibandingkan penurunan eksportasi pada komoditi: HRC, Perhiasan, Barang Hasil Tempaan Pandai Emas dan Perak serta barang lainnya; dan Produk Hewan Lainnya.

Selain itu, diawal tahun ini, nilai Impor KB-KITE tumbuh 11% dibandingkan Februari 2023, dikarenakan kenaikan impor komoditi mesin tekstil dan barang lainnya dari besi atau baja.

Sedangkan, kinerja ekspor dari perusahaan KB-KITE mengalami kenaikan 119,07% dibandingkan bulan Februari 2023 dengan didominasi pada komoditas pangan olahan, pompa, sepatu dan alas kaki, parts mesin dan kertas.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus dijaga agar mampu menjadi instrument andalan yang melindungi dan menyelamatkan Indonesia dari berbagai tantangan. (Red)