itoday.id | Tangerang Selatan – Pokja UMKM Kemenkeu Satu Banten mengadakan rapat capaian bersama tahun 2023 secara daring di Kanwil Bea Cukai Banten.

Kepala Kanwil DJBC Banten, selaku Ketua Tim Pokja UMKM Kemenkeu Satu Banten, Rahmat Subagio menyatakan UMKM memiliki peran penting, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Berdasarkan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, UMKM berperan menyerap tenaga kerja hingga 97 persen, dan menyumbang hingga 69 persen produk domestik bruto.

“UMKM di ASEAN telah memberikan kontribusi signifikan. Berkontribusi sekitar 35 hingga 69 persen, terhadap Produk Domestik Bruto (GDP) di masing-masing negara,” kata Rahmat, Jumat (1/3/2024).

Tahun 2023 tim Pokja UMKM Kemenkeu Satu Provinsi Banten telah melaksanakan program yang telah ditetapkan dalam Daftar Sasaran Bersama (DSB) berisi 25 kegiatan. Program tersebut

berupa pengadaan sosialisasi terkait kebutuhan UMKM dalam mengembangkan usahanya.

Selain sosialisasi, diadakan juga pelatihan seperti pelatihan ekspor dan pelatihan mengenai perpajakan serta mengadakan kegiatan expo UMKM.

Tim Pokja telah melaksanakan kegiatan kurasi kerjasama dengan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah) dan Pokja UMKM Pusat Kemenkeu.

“Kerjasama ini berhasil membawa 9 (sembilan) UMKM Binaan Kanwil DJBC Banten untuk mengekspor produknya ke Mall Nusantara Fashion House (NFH).

Sinergi tidak hanya terbatas dalam instansi Kementerian Keuangan Kolaborasi dengan lembaga lain seperti Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, PT. FedEx Indonesia, Bank BNI, Disperindagkop Prov Banten dan Semua Disperinkop UKM Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten,” tutur Rahmat.

Lanjut Rahmat, kolaborasi ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membantu UMKM agar dapat berkembang, bahkan sampai bersaing di kancah internasional.

Kemenkeu Satu Banten melaksanakan pembinaan terhadap 257 UMKM. Dengan rincian 62 UMKM rintisan, 163 UMKM Mandiri, dan 32 UMKM siap ekspor.

“Hingga saat ini, tercatat terdapat 12 UMKM yang telah melaksanakan ekspor perdana maupun telah melakukan ekspor berkelanjutan dengan total perkiraan nilai ekspor sebesar Rp2.029.700.000 Miliar,” ungkap Rahmat.

UMKM tersebut merupakan kategori UMKM produk olahan makanan, Handicraft (kerajinan), serta garmen dan fashion.

Tampak hadir secara daring Kepala Kanwil DJKN Banten selaku Ketua Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Banten, Djanurindro Wibowo, Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Keungan Negara STAN Agus Bandiyono, dan Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean I KPU BC tipe C Soekarno-Hatta, Denny Sudrajat.

”Saya harap progam kerja kita kedepan dapat terus bermanfaat untuk pengembangan UMKM agar berjaya di pasar lokal dan menembus pasar mancanegara demi memajukan perekonomian negeri khususnya yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Provinsi Banten.” tutup Rahmat. (Red)