itoday.id, makasar | Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah menekankan agar tidak menggelar perayaan berlebihan saat menyambut malam Tahun Baru. Satu yang ditekankan, agar tidak memainkan petasan.

“Kita berharap agar malam Tahun Baru tanpa petasan. Kalau kembang api masih bisa, tapi petasan itu yang tidak kita inginkan,” tutur Nurdin yang ditemui di rumah jabatan kantor Gubernur.

Menurut Dia, bermain petasan kesannya tidak bermanfaat. Apalagi disebut bisa sampai merugikan orang lain dan mengganggu ketertiban umum. Hal ini, kata Nurdin, berbeda dengan memainkan kembang api.

“Bahaya kalau dia sasarannya ke orang. Kalau ke atas masih bagus, tapi itu juga kan mengganggu. Cuma ledakan saja, tidak nikmati apa-apa. Kalau kembang api masih ada kembangnya, tapi kalau petasan cuma bunyinya saja, (bikin) kita tuli-tuli,” paparnya.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini melalui Kapolda Sulsel, menertibkan peredaran dan penggunaan petasan. Bahkan, mengimbau agar dilakukan sweeping di toko-toko yang menjual petasan. “Tadi kapolda sudah sampaikan ke kita, bahwa sudah dilakukan pemeriksaan ke semua toko-toko yang menjual petasan, sudah sweeping,” tegas mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Untuk pengamanan Natal 2019, Nurdin menjamin perayaannya bisa berjalan baik. Bantuan personel dari TNI-Polri sudah dikerahkan untuk menjaga wilayah. “Kami bersama seluruh forkompida yang ada terus mengantisipasi tejadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, termasuk terorisme,” tambah dia.

Nurdin pun menekankan, agar di lokasi yang jadi titik pengamanan, juga bisa disiapkan posko untuk melayani masyarakat. “Perjalanan ini harus kita antisipasi, harus ada posko pengamanan, posko kesehatan, karena pasti nanti akan banyak, baik yang ke Makassar ke daerah, maupun dari daerah ke Makassar” pungkasnya.

Sementara Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman turut berharap agar nasyarakat tetap beraktivitas positif. Malam pergantian tahun baru, kata dia, sebaiknya diisi dengan kegiatan keagamaan hingga aktivitas sosial lainnya. “Hal ini juga seiring banyaknya apresiasi yang datang dari personil keamanan, tokoh masyarakat dan warga,” ujar Sudirman.

Diapun meminta agar perayaan malam pergantian tahun tidak digelar secara berlebihan. Kami yakin bersama masyarakat Sulsel dan seluruh aparat TNI-Polri, instansi pemerintah daerah dan vertikal bisa melewati malam pergantian tahun 2019/2020 dengan kegiatan positif sesuai kearifan lokal, sosial ataupun agama tanpa pawai kendaraan, petasan, panggung hiburan dan lainnya,” pinta dia.

Penulis : Red