itoday.id, Merak | Basarnas mempertimbangkan penambahan waktu operasi tiga hari kedepan untuk menemukan tiga penyelam warga negara asing yang hilang di perairan Selat Sunda, Banten.

Prosedur operasi Basarnas mengatur hanya 7 hari pencarian, yang akan berakhir Sabtu 9 November. Dengan perpanjangan waktu, operasi Basarnas akan berlangsung hingga Selasa, 12 November 2019, mendatang.

“Ini pertimbangan kemanusian, karena operasi pencarian dan pertolongan tidak mengenal asal-usul survivor. Kami sedang mengkaji penambahan waktu operasi tiga hari,” kata M Zaenal, Kepala Kantor Basarnas Banten, di Base Ops Dermaga 2, Merak, Kamis (7/11/2019).

Memasuki hari kelima operasi pencarian tiga penyelam asing, dua warga negara China dan satu WN Singapura (sebelumnya disebut 3 WN China) yang hilang di Pulau Sangiang, Selat Sunda, Banten, masih berlangsung.

Penyelam WN China bernama Qin Yue Tao dan Tian Yu, sementara WN Singapura bernama Wan Beng Yang. Wan Beng Yang, adalah salah seorang petinggi di Wuling Motors Indonesia.

Dari hasil analisa dan evaluasi pencarian sebelumnya, Basarnas akan melihat aspek data awal tentang peristiwa itu. Informasi kejadian yang diperoleh dari sesama penyelam yang hilang dan kronologis dari awak kapal yang membawa penyelam, akan dicek silang.

Pengkajian informasi awal, untuk memperkirakan asumsi yang terjadi hingga dapat dilaksanakan langkah operasi yang tepat.

“Sedang kami kaji juga informasi awal kejadian tersebut, apakah survivor itu benar-benar sudah muncul dipermukaan air, atau kemungkinan terseret arus ketika masih di bawah air. Tim Basarnas sedang mendetailkan ulang informasi awal itu,” tutur M Zaenal, yang setiap hari memimpin operasi tanpa kenal lelah.

Indonesia Divers Rescue Team (IDRT) yang mengikuti operasi pencarian dari helikopter Robinson R-66, terbang hingga mencapai Ujung Kulon dan Bakauheni. Lokasi ini dijelajahi mulai dari ketinggian 500 meter, dari sisi barat Pulau Jawa.

“Kami akan mengerahkan tim penyelam professional untuk mendukung BSG menyisir sebelah selatan lokasi kejadian di Pulau Sangian, “ kata Bayu Wardoyo, komandan tim IDRT.

Polda Banten Dukung Penuh

Wakapolda Banten Brigjen Polisi Tomex Kurniawan yang datang ke Base Ops Basarnas sudah menginstruksikan semua potensi dan alat operasi Polisi mendukung penuh Basarnas. Polisi perairan Banten yang mengenal wilayah Selat Sunda, sudah bergerak menurunkan drone bawah air menyisir lokasi awal dan memetakan potensi arus.

Polisi juga mengerahkan kapal-kapal patrol menyusuri garis pantai Selat Sunda yang panjangnya lebih dari 500 km. Hari ini juga sudah mendapat bantuan helikopter dari Mabes Polri.

“Saya juga sudah meminta jajaran Babinkamtibmas di Banten untuk mengumpulkan informasi dari semua nelayan di perairan Selat Sunda, apakah ada yang melihat korban terapung-apung, atau sisa peralatan yang digunakan. Kamu dukung penuh operasi Basarnas, “ kata Tomex Kurniawan.

Penulis : Red