itoday.id, Merak | Kepala Kantor Basarnas Banten M Zaenal berharap masyarakat nelayan di Selat Sunda tak tergoda mengikuti sayembara pencarian penyelam warga negara asing yang hilang.

“Kondisi sosial masyarakat Banten rentan dengan sayembara yang diiming-imingi hadiah ratusan juta. Bisa terjadi nelayan malah bermasalah di laut dan ini ganggu operasi Basarnas,” kata Zaenal, di Merak, Selasa malam (5/11/2019).

Sejak Selasa pagi beredar selebaran sayembara dari keluarga korban dengan iming-iming hadiah Rp 750 juta, untuk menemukan para korban.

Dua warga negara China dan satu warga negara Singapura (sebelumnya disebut 3 WN China) yang hilang di Pulau Sangiang. Penyelam WN China bernama Qin Yue Tao dan Tian Yu, sementara WN Singapura bernama Wan Beng Yang.

Informasi sayembara itu tanpa sepengetahuan Basarnas. “Jika masyarakat tergoda, berdampak besar pada keselamatan nelayan. Basarnas bisa mengevakusi nelayan yang terseret arus di laut dan itu bisa mengacaukan operasi SAR yg utama,” tegas Zaenal.

Penulis : Adt