itoday.id, Jakarta | Bank DKI tetap memberikan jaminan keamanan dana nasabahnya, kendati dalam ada kasus pembobolan ATM oleh oknum Satpol PP Provinsi DKI Jakarta. Mereka menjamin, system keamanan nasabah sudah diperbaiki.

“Kasus yang terjadi tidak ada hubungannya dengan dana nasabah yang ada di Bank DKI karena tidak terkait dengan dana nasabah yang berada di Bank DKI. Layanan dan kegiatan operasional perbankan tetap berjalan dengan normal. Bank DKI menjamin keamanan dana nasabah,” kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangannya, Rabu (20/11/2019).

Herry mengatakan Bank DKI telah melaporkan kasus itu kepada Polda Metro Jaya. Bank DKI meminta nasabah tidak khawatir menggunakan layanan.

“Nasabah tidak perlu khawatir untuk tetap menggunakan layanan Bank DKI seperti biasa dan dana nasabah yang berada di Bank DKI dijamin aman,” kata Harry.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan berdasarkan pengakuan dari oknum anggotanya yang diduga membobol Bank DKI, bahwa mereka sudah melakukan tindakannya sejak Mei, hingga menimbulkan kerugian sebesar Rp 32 miliar.

“Ini menurut pengakuan mereka sudah lama. Bukan dalam sekali ambil sebesar itu, tidak. Ada yang bilang sejak Mei 2019, lanjut sampai Agustus,” kata Arifin.

Ke-12 orang oknum tersebut, kata Arifin, saat ini sudah dinonaktifkan. Beberapa orang di antaranya, lanjut Arifin, memiliki itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut pada Bank DKI.

Penulis : Red