itoday.id, Jakarta | Awal Desember belum memberi perubahan bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Data Bloomberg mencatat mata uang kecintaan kita pada Senin (2/12), dibuka melanjutkan pelemahan 12 poin atau 0,09% ke Rp14.120 per USD, berbanding Jumat di akhir November di Rp14.108 per USD.

Senada, data Yahoo Finance mencatat kurs rupiah terdepresiasi 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.120 per USD, berbanding Jumat pekan lalu di level Rp14.100 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, menetapkan kurs tengah rupiah hari ini di Rp14.122 per USD, melemah 20 poin atau 0,14% dibanding posisi Rp14.102 per USD pada Jumat pekan lewat.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang George Washington, dipengaruhi oleh turunnya selera investor asing terhadap saham-saham lokal. Aksi jual bersih (net sell) saham oleh investor asing telah mencapai USD15,5 juta. Ini net sell tujuh hari beruntun.

Masih adanya ancaman perang dagang AS-China membuat investor asing memburu aset-aset safe haven dan melepas saham atau aset berisiko. Harapan negosiasi perdagangan AS dan China semakin memudar, setelah Washington mendukung pemrotes di Hong Kong.

Melansir dari CNBC, Senin (2/12), ketidakpastian global ini membuat investor memilih aset safe haven. Sehingga indeks USD yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang lainnya berada di level kuat, yaitu 98,312, setelah naik ke level di atas 98,4 pada sesi sebelumnya.

Penulis : Red